Asal Usul Gampong (legenda)

Gampong Lampulo merupakan gampong yang berada pada pinggiran derusan Krueng Aceh yang terhubung hingga ke laut, konon berdasarkan cerita lama berdasarkan penuturan Abdullah Husen (mantan Keuchik Lampulo) air sungai krueng aceh tersebut sering menguap sehingga terjadi banjir, itulah yang menjadi dasar penyebutan Lam (bahasa Indonesia: Tenggelam), dan dikarenakan Lampulo dulunya merupakan daerah hutan pinggiran laut sehingga disebut dengan istilah pulo (bahasa Indonesia: pulau)

Awalnya Gampong ini bersatu dengan Gampong Lampulo Ujong Peunayong, yang sekarang terpisah menjadi tiga gampong, yaitu Lamdingin, Lampulo dan Mulia, yang tunduk pada Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar, Gampong pertama terjadi pemekaran adalah Gampong Lamdingin yaitu pada tahun 1958, baru pada tahun 1963 Lampulo Ujong Peunayong pada masa pemerintahan Keuchik Nago terpisah, untuk sebelah selatan menjadi Gampong Mulia dan sebelah Utara menjadi Gampong Lampulo

Pada tahun 1985 Gampong Lampulo berubah status tata kota, yaitu dengan terbentuknya Kotamadya Banda Aceh dan dan menjadi salah satu gampong yang berada dalam kecamatan Kuta Alam.

Sejarah Kepemerintahan Gampong

Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim perencanaan gampong, dengan mangacu kepada nara sumber yang masih ada digampong, yaitu M. Zubir Ali (Mantan Kepala Dusun T.T.Dipulo) dan H.M.Yusuf Zakaria (mantan Keuchik Gampong Lampulo maka sejarah kepemerintahan Gampong Lampulo  yang dapat ditelusuri mulai dari tahun:

timeline_pre_loader

2008-2014

Aparatur : Alta Zaini

Kondisi Pemerintahan: Salah satu terobosan utama yang dilakukan oleh Bapak Alta Zaini yaitu kembali ingin menyatukan warga Lampulo, yang nampak terpecah dengan pembetukan Lorong/Dusun, selain itu juga melakukan hubungan yang baik dengan berbagai donor dan SKPD yang mampu mengangkat kemajuan gampong. Pada masa kepemimpinan belia Gampong Lampulo menjadi perhatian dari SKPD baik yang ada dalam Pemerintahan Kota Banda Aceh maupun dalam Pemerintahan Aceh, hal ini disebabkan karena pandainya beliau dalam menjalin hubungan dengan semua pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah. Pada masa ini pula Gampong Lampulo banyak mendapat penghargaan, yaitu :

  1. Juara I Lomba desa Tingkat Kota Banda Aceh pada Tahun 2010,
  2. Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2010,
  3. Juara II Lomba Gammawar Tahun 2011
  4. Harapan V Desa Wisata Tingkat Nasional Tahun 2012.

Selain penghargaan tersebut, beliau juga mendapat penghargaan sebagai satu-satunya Keuchik yang dipilih untuk mewakili Aceh dan salah satu dari dua orang Kepala Desa yang mewakili Indonesia guna menyampaikan presentasi mengenai Musrena di China pada Tahun 2013.

2003-2008

Aparatur : M.Yusuf Zakaria

Kondisi Pemerintahan: Administrasi gampong berjalan dengan lancar, dan para kaur juga aktif bekerja pada jam kantor, keberhasilan gampong pada periode ini berhasil memperoleh juara pertama lomba gampong tingkat Provinsi Aceh. Pada periode ini sempat terjadi goncangan tata pemerintahan gampong yang disebabkan oleh terjadinya bencana dahsyat gempa bumi dan tsunami, akan tetapi 3 bulan paca musibah tersebut pelayanan terhadap administrasi masyarakat kembali pulih walaupun dengan kondisi seadanya dan beransur membaik kembali dengan bantuan dari berbagai donatur lokal maupun asing. Pada masa pasca Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami ini segala fasilitas dan infrastuktur pemerintahan dan desa hancur, termasuk perumahan warga, kantor Pemerintahan Desa, dan juga masjid. Akan tetapi berkat usaha beliau dan dibantu oleh seluruh masyarakat, akhirnya semua fasilitas tersebut secara perlahan mulai dibangun kembali dengan bantuan semua pihak, baik pemerintah maupun lembaga non pemerintah (NGO).

1985-2002

Aparatur : Ibnu Abbas

Kondisi Pemerintahan: Selama setahun berjalannya kepemerintahan yang dinahkodai oleh Bapak Ibnu Abbas, banyak trobosan-trobosan dan program sudah dilaksanakan,  salah satu keberhasilan beliau adalah, pembangunan kantor kepala Desa, sehingga pada masa beliaulah segala administrasi desa dilayani dikantor desa, pada masa ini juga didirikan bangunan PKK, dan berdasarkan hasil musyawarah gampong, pembangunan Masjid Al-Hidayah dilaksanakan pada masa pemerintahan beliau dengan terpilihnya Pak M.Jafar Amin selaku ketua Pembangunan Masjid yang pertama. Keaktifan dari aparatur gampong baik itu Sekdes, Kaur dan Kadus sangat nyata terlihat dalam berbagai aktifitas yang dijalankan di gampong, Gampong Lampulo pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan Mushabaqah Tilawatir Qur`an Tingkat Kecamatan Kuta Alam.

Pada periode ini gampong Lampulo membentuk dua Lorong lagi, yaitu Lorong 3 yatu sebelah Utara dan lorong 4 yang berada di sebelah selatan gampong

1976-1984

Aparatur : Abdullah Husen

Kondisi Pemerintahan: Pemerintahan gampong dilaksanakan dengan penuh empati dan mengayomi semua usur yang ada digampong, sehingga roda kepemerintahan gampong berjalan dengan maksimal. Banyak program pembangunan yang berhasil dilaksanakan pada masa tersebut, diantaranya, pembukaan jalan, pembuatan talut jalan, pembangunan sekolah SD, Sekolah TK dan pembangunan Puskesmas. Pada masa ini juga terjadi pembentukan 2 (dua) lorong dalam gampong Lampulo, yaitu Lorong 1 sebagai Ibu kota gampong dan Lorong 2 yang berada di sebelah selatan gampong.

1975-1976

Aparatur : Hamzah Ali

Kondisi Pemerintahan: Beliau menjabat sebagai PJ.Keuchik yang ditunjuk oleh kecamatan, yang pada masa pemerintahan sebelumnya merupakan Sekretaris Gampong, Selama masa kepemerintahannya, Pak Hamzah hanya melanjutkan program Pemerintah Gampong sebelumnya, hal ini dikarenakan periode jabatan beliau sebagai Keuchik hanya berjalan 6 bulan.

1936-1974

Aparatur : Muhammad Ali

Kondisi Pemerintahan: Sistem kepemerintahan yang dilaksanakannya tanpa pandang bulu, dia mampu mangayomi semua unsur lapisan masyarakat sehingga kondisi pemerintahan gampong berjalan dengan normal. Pada saat Keuchik M. Ali memegang tampuk kepemimpinan di Gampong Lampulo, terdapat beberapa program keberhasilan, yaitu melihat kondisi Lampulo yang berbatasan dengan Krueng Aceh dan Jalan yang rusak, sehingga banyak pengendara jalan yang terjatuh ke dalam sungai, oleh karena itu pada masa kepemimpinan beliau berhasil mendukung program pembuatan Tanggul Sungai dan beronjong pinggir sungai, hal ini mempermudah kaum perempuan yang kesehariannya mencuci pakaian disungai, selain itu juga pada masa tersebut bersama dengan masyarakat membuat Meunasah Gampong yang pertama. Berdasarkan hasil sensus penduduk pada masa tersebut, jumlah penduduk gampong Lampulo tercatat sebanyak 71 Kepala Keluarga.

Sejarah Pembangunan Gampong

NO TAHUN PERISTIWA DAMPAK NARASUMBER KETERANGAN
1 1963 – 1974 1.    Pembuatan tanggul sungai Menghidari Banjir M.Yusuf Zakaria dan M. Zubir Ali Tahun pembuatan pembangunan yang pasti tidak diketahui
2.    Pembuatan Beronjong sungai Kemudahan bagi warga yang mencuci di sungai
3.    Pembangunan Meunasah Sarana Ibadah warga dan tempat musyawarah gampong
2 1975 – 1976 1.    Pembebasan Jalan Kemudahan Transportasi M.Yusuf Zakaria dan M. Zubir Ali Tahun pembuatan pembangunan yang pasti tidak diketahui
2.    Renovasi pembanguna n Meunasah Kenyamanan warga dalam melaksanakan ibadah
3 1976 – 1984 1.    Pembukaan jalan baru Kemudahan Transportasi M.Yusuf Zakaria dan M. Zubir Ali Tahun pembuatan pembangunan yang pasti tidak diketahui

 

 

 

 

 

2.    Pembuatan talut Menghindari banjir danmemperlancar saluran pembuangan
3.    Pembangunan sekolah SD dan TK Anak-anak gampong lampulo dan sekitar dapat mengecam pendidikan yang dekat dan murah
4.    Pembangunan Puskesmas Pelayanan kesehatan bagi warga
4 1985 – 2002 1.    Pembangunan Kantor keuchik Pelayanan terhadap warga M.Yusuf Zakaria
2.    Pelebaran Jalan Kemudahan Transportasi
3.    Pembangunan gedung PKK Kaum ibi-ibu dapat aktif melaksanakan program PKK
4.    Pembangunan Masjid Kemudahan bagi warga dalam melaksanakan Ibadah warga dan tempat musyawarah gampong
5 2003 – 2008 1.    Pembangunan Puskesmas baru berstandar Nasional Pelayanan kesehatan bagi warga M. Yusuf Zakaria Dibangun oleh Astra
2.    Pembangunan kantor Keuchik Baru Pelayanan terhadap warga Dibangun oleh BRR
3.    Pembangunan Masjid Al-Hidayah yang baru Kemudahan bagi warga dalam melaksanakan Ibadah warga dan tempat musyawarah gampong Bantuan masyarakat Lampung
4.    Pembangunan kembali rumah warga Warga mempunyai tempat berteduh yang aman pasca tsunami, dan masyarakat kembali pulang ke gampongnya Bantuan BRR, Kata Hati, Care
6 2008-2014 1.  Mulai dibangunnya Masjid baru yang lebih besar dan lebih bagus Dapat menampung seluruh masyarakat Gampong Lampulo Alta Zaini Waqaf tanah dari masyarakat dan bantuan dari pemerintah dan swasta
2.  Pelaksanaan Administrasi Gampong yang semakin baik Peningkatan pelayanan terhadap warga
3.  Peningkatan Pembangunan dibidang Infrastruktur Mempermudah akses bagi masyarakat Bantuan Pemerintah Kota, Provinsi dan Pihak Swasta
4.  Menjadi salah satu Desa Wisata dengan adanya Situs Tsunami ”Boat diatas Rumah” Gampong Lampulo jadi lebih dikenal oleh pihak luar, serta peningkatan pendapatan masyarakat disektor pariwisata Kementrian ESDM melalui Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh

Sejarah Pemerintahan Gampong

timeline_pre_loader

2008-2014

Aparatur: Alta Zaini

Kondisi Pemerintahan: 

Salah satu terobosan utama yang dilakukan oleh Bapak Alta Zaini yaitu kembali ingin menyatukan warga Lampulo, yang nampak terpecah dengan pembetukan Lorong/Dusun, selain itu juga melakukan hubungan yang baik dengan berbagai donor dan SKPD yang mampu mengangkat kemajuan gampong. Pada masa kepemimpinan belia Gampong Lampulo menjadi perhatian dari SKPD baik yang ada dalam Pemerintahan Kota Banda Aceh maupun dalam Pemerintahan Aceh, hal ini disebabkan karena pandainya beliau dalam menjalin hubungan dengan semua pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah. Pada masa ini pula Gampong Lampulo banyak mendapat penghargaan, yaitu :

  1. Juara I Lomba desa Tingkat Kota Banda Aceh pada Tahun 2010,
  2. Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2010,
  3. Juara II Lomba Gammawar Tahun 2011
  4. Harapan V Desa Wisata Tingkat Nasional Tahun 2012.

Selain penghargaan tersebut, beliau juga mendapat penghargaan sebagai satu-satunya Keuchik yang dipilih untuk mewakili Aceh dan salah satu dari dua orang Kepala Desa yang mewakili Indonesia guna menyampaikan presentasi mengenai Musrena di China pada Tahun 2013.

2003-2008

Aparatur: M. Yusuf Zakaria

Kondisi Pemerintahan: Administrasi gampong berjalan dengan lancar, dan para kaur juga aktif bekerja pada jam kantor, keberhasilan gampong pada periode ini berhasil memperoleh juara pertama lomba gampong tingkat Provinsi Aceh. Pada periode ini sempat terjadi goncangan tata pemerintahan gampong yang disebabkan oleh terjadinya bencana dahsyat gempa bumi dan tsunami, akan tetapi 3 bulan paca musibah tersebut pelayanan terhadap administrasi masyarakat kembali pulih walaupun dengan kondisi seadanya dan beransur membaik kembali dengan bantuan dari berbagai donatur lokal maupun asing. Pada masa pasca Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami ini segala fasilitas dan infrastuktur pemerintahan dan desa hancur, termasuk perumahan warga, kantor Pemerintahan Desa, dan juga masjid. Akan tetapi berkat usaha beliau dan dibantu oleh seluruh masyarakat, akhirnya semua fasilitas tersebut secara perlahan mulai dibangun kembali dengan bantuan semua pihak, baik pemerintah maupun lembaga non pemerintah (NGO).

1985-2002

Aparatur: Ibnu Abbas

Kondisi Pemerintahan: Selama setahun berjalannya kepemerintahan yang dinahkodai oleh Bapak Ibnu Abbas, banyak trobosan-trobosan dan program sudah dilaksanakan,  salah satu keberhasilan beliau adalah, pembangunan kantor kepala Desa, sehingga pada masa beliaulah segala administrasi desa dilayani dikantor desa, pada masa ini juga didirikan bangunan PKK, dan berdasarkan hasil musyawarah gampong, pembangunan Masjid Al-Hidayah dilaksanakan pada masa pemerintahan beliau dengan terpilihnya Pak M.Jafar Amin selaku ketua Pembangunan Masjid yang pertama. Keaktifan dari aparatur gampong baik itu Sekdes, Kaur dan Kadus sangat nyata terlihat dalam berbagai aktifitas yang dijalankan di gampong, Gampong Lampulo pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan Mushabaqah Tilawatir Qur`an Tingkat Kecamatan Kuta Alam.

Pada periode ini gampong Lampulo membentuk dua Lorong lagi, yaitu Lorong 3 yatu sebelah Utara dan lorong 4 yang berada di sebelah selatan gampong

1976-1984

Aparatur: Abdullah Husen

Kondisi Pemerintahan: Pemerintahan gampong dilaksanakan dengan penuh empati dan mengayomi semua usur yang ada digampong, sehingga roda kepemerintahan gampong berjalan dengan maksimal. Banyak program pembangunan yang berhasil dilaksanakan pada masa tersebut, diantaranya, pembukaan jalan, pembuatan talut jalan, pembangunan sekolah SD, Sekolah TK dan pembangunan Puskesmas. Pada masa ini juga terjadi pembentukan 2 (dua) lorong dalam gampong Lampulo, yaitu Lorong 1 sebagai Ibu kota gampong dan Lorong 2 yang berada di sebelah selatan gampong.

1975-1976

Aparatur: Hamzah Ali

Kondisi Pemerintahan: Beliau menjabat sebagai PJ.Keuchik yang ditunjuk oleh kecamatan, yang pada masa pemerintahan sebelumnya merupakan Sekretaris Gampong, Selama masa kepemerintahannya, Pak Hamzah hanya melanjutkan program Pemerintah Gampong sebelumnya, hal ini dikarenakan periode jabatan beliau sebagai Keuchik hanya berjalan 6 bulan.

1936-1974

Aparatur: M. Ali

Kondisi Pemerintahan: Sistem kepemerintahan yang dilaksanakannya tanpa pandang bulu, dia mampu mangayomi semua unsur lapisan masyarakat sehingga kondisi pemerintahan gampong berjalan dengan normal. Pada saat Keuchik M. Ali memegang tampuk kepemimpinan di Gampong Lampulo, terdapat beberapa program keberhasilan, yaitu melihat kondisi Lampulo yang berbatasan dengan Krueng Aceh dan Jalan yang rusak, sehingga banyak pengendara jalan yang terjatuh ke dalam sungai, oleh karena itu pada masa kepemimpinan beliau berhasil mendukung program pembuatan Tanggul Sungai dan beronjong pinggir sungai, hal ini mempermudah kaum perempuan yang kesehariannya mencuci pakaian disungai, selain itu juga pada masa tersebut bersama dengan masyarakat membuat Meunasah Gampong yang pertama. Berdasarkan hasil sensus penduduk pada masa tersebut, jumlah penduduk gampong Lampulo tercatat sebanyak 71 Kepala Keluarga.